Untuk pertama kalinya --di tahun 2008-- aku kembali ke Asrama Putri (ASPI) MAN Pandeglang --tempat aku menuntut ilmu dahulu. Meski baru hampir dua tahun aku meninggalkan asrama ini --oleh sebab aku lulus di tahun 2006-- aku tetap merasa asing. Memang dari segi tempat dan suasana tak banyak berubah --masih terlihat kumuh bila dibandingkan tempat kosku sekarang-- ada sesuatu yang mengganjal di hatiku.
Setahun lalu, bila aku bertandang ke asrama ada teriakan yang menyambutku. Terikan yang penuh rindu itulah membuatku merasa betah berlama-lama di Aspi. Tapi kini berbeda, hanya beberapa orang saja yang menyambutku dengan hangat, sisanya menatapku dengan pandangan heran dan tanda tanya.
Ah...aku pun sadar, perubahan adalah keniscayaan. Pun begitu dengan keadaan asrama. Meski dunia (baca: asrama) panggug sandiwara masih bertahan, tapi untuk tetap indah pasti akan ada pergantian lakon.
Setahun lalu, bila aku bertandang ke asrama ada teriakan yang menyambutku. Terikan yang penuh rindu itulah membuatku merasa betah berlama-lama di Aspi. Tapi kini berbeda, hanya beberapa orang saja yang menyambutku dengan hangat, sisanya menatapku dengan pandangan heran dan tanda tanya.
Ah...aku pun sadar, perubahan adalah keniscayaan. Pun begitu dengan keadaan asrama. Meski dunia (baca: asrama) panggug sandiwara masih bertahan, tapi untuk tetap indah pasti akan ada pergantian lakon.